Sabtu, 18 September 2010

PENGERTIAN FILSAFAT


 
Oleh. Gumgum Gumilar
Menurut logatnya, kata atau istilah "filsafat" berasal dari bahasa Arab, yaitu "filsafah". Sedangkan menurut asal katanya yang sesungguhnya, kata falsafah tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu: "Philosophia", yang terdiri dari dua rangkaian kata terpisah, pertama adalah kataPh i l o atauP h i l i e n dan kedua adalah
Sophia.Art i philoadalah cinta, dan sophiaartinya kebenaran.
Pengertian filsafat menurut istilah atau secara garis besarnya adalah mencintai kebenaran. Mencintai atau mencari kebenaran yang berarti dalam upaya mencapai suatu kebenaran dengan kesadaran penuh di dalam perbuatannya, dan manusia yang
serba ingin tahudan sadar akan menghadapi berbagai masalah yang semakin
kompleks dan tantangan berat di dalam kehidupannya. Hal inilah disebut dengan berpikir kefilsafatan, dalam upaya terus mencari jawabannya. Salah satu sikap paling dasar yang harus dianut oleh orang yang beriman ialah, bahwa kebenaran yang mutlak hanya pada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan manusia sebagai makhluk yang berakal hanya dapat mencapai kebenaran itu didorong oleh cintanya akan kebenaran itu sendiri. (Zubair: 1990: 7)
Sedangkan pengertian yang lebih luas dari filsafat tersebut, yaitu dengan
mengutif pendapat dari para filsuf Yunani, antara lain;
Plato (427-347 SM), menjelaskan bahwa pengertian filsafat yang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.
Aristoteles (382-322 SM), sebagai murid Plato, memberikan pengertian bahwa
filsafat itu adalah ilmu pengetahuan yang meliputi, kebenaran, dan berisikan di dalamnya ilmu-ilmu; metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika dan sebagainya.
Menurut Louis 0. Kattsoff, dalam bukunya Pengantar Filsafat, Tiara
Wacana, Yogyakarta, 1986, bahwa terdapat beberapa butir pemikiran di dalam
Filsafat, yaitu antara lain:
Harus merupakan sesuatu yang konsepsional.
Pemikiran filsafat merupakan pemikiran yang rasional.
Sistem filsafat harus bersifat koheren (runtut).
http://rahmasyilla.wordpress.com
http://www.usahasejati.com(The Gumilar Center)
2
Adanya saling hubungan antara jawaban dan kefilsafatan. Merupakan suatu
pandangan dunia.
Suatu definisi pendahuluan.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikat kebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikiran yang rasional, metodologi, sistematis, koheren, integral, tentang makro dan mikro kosmos, baik bersifat inderawi maupun non inderawi. Maksud dari kebenaran tersebut adalah kebenaran akan hakikat hidup dan kehidupan, baik secara teoritis maupun praktis. (Soebagio & Supriatna: 1991:15).
Dalam pembahasan filsafat selanjutnya, hanya membatasi diri sebagai pandangan, asas atau pendirian dan suatu nilai kebenaran yang dapat diterima atau diyakini sebagai pandangan hidup, prinsip-prinsip dan pedoman yang berkaitan dengan filsafat etika, kode perilaku dan kode profesi, tindakan etis, secara moral clan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Sehingga dengan mempelajari filsafat tersebut akan memperoleh asas manfaatk hususnya bagi para profesional sebagai penyandang profesi Humas/Public Relations yang memiliki integritas pribadi, kejujuran, beritikad baik, moral baik, tanggung jawab dan etos kerja yang tinggi serta berbudi yanglu hu r .
Menurut DR Harry Hamersma, dalam bukunya Pintu Masuk ke Dunia
Filsafat,Kanisius, Yogyakarta,1984, bahwa pandangan filsafat lebihcend eru ng
bersifat menyeluruh (integral), dengan demikian secarade fin it if antara filsafat dan
ilmu pengetahuan terdapat perbedaan,ya it u:
- Ilmupe nget a hua n, adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, danko her e n
tentang suatu bidang tertentu darike nyat aan.
- Filsafat, adalah pengetahuan yang metodis, sistematis,dan koheren tentang
seluruh kenyataan.Per ke mba nga n selanjutnya, filsafat memiliki berbagai
macam pengertian,ya it u antara lain (Zubair: 1990:7);
a. Cinta akan kebijaksanaan.
b. Ilmu pengetahuan yang memiliki hakikat untuk memperoleh kebenaran
danken yat aan.
http://rahmasyilla.wordpress.com
http://www.usahasejati.com(The Gumilar Center)
3
c. Hasilp emik ir an yang kritis, analistis, evaluatif, abstaktif dan sistematis.
d. Pendalaman lebih lanjut dari pengembangan ilmu pengetahuan.
e. Merupakan pandangan hidup.
f. Anggapanat a u asumsi dasar.
g. Bersifat kritis, rasional, refleksif, radikal, integral, dan tidak fragmentaris
sertau niver sal.
DAFTAR PUSTAKA
Gie, The Liang. 1977. Suatu Konsepsi Ke arah Penertiban Bidang Filsafat,
Yogakarta: Karya Kencana.
Gie, The Liang. 1991. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
Suriasumantri, Jujun S.1984. Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:
Sinar Harapan
Susanto, Astrid S. 1976. Filsafat Komunikasi. Bandung : BinaCipta.
Soehoet, Hoeta. 2003. Filsafat Komunikasi. Jakarta: Yayasan Kampus Tercinta-
IISIP
Tafsir, Ahmad. 2004. Filsafat Ilmu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Chariis Zubair, Achmad. 1990. Kuliah Etika. Jakarta : Rajawali Pers.
Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung :
Citra Aditya Bakti.
Jefkins, Frank. 1996. Public Relations. Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.
Keraf, A. Sonny. 1991. Etika Bisnis Membangun Citra Bisnis Sebagai Profesi
Luhur. Jakarta : Kanisius.
Ruslan, Rosady. Etika Kehumasan, Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali
Pers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar